Pahami Prosesnya, Hingga Kau Tahu Nikmatnya Secangkir Kopimu

Nikmat itu macam-macam diskripsinya, apalagi kenikmatan di secangkir kopimu. Ada orang yang bilang bahwa nikmatnya kopi itu ketika tahu sebuah prosesnya, mulai dari kebun, pasca panen dan cara seduhnya. Bahkan ada yang lain, nikmatnya kopi harus tahu asal usulnya. Tentunya anggapan itu benar semuanya karena “secangkir kopi ada cerita banyak saudara penuh cinta” he he he he itulah slogan dari penulis.

Penulis kembangkan konsep kemandirian petani, tahapan demi tahapan konsep kemandirian petani antara lain: olah lahan sesuai kaedah konservasi, aneka komoditas di kebun, olah komoditas jadi sebuah produk dan pemasaran. Tentunya itu perlu sebuah proses panjang dan konsistensi, sehingga konsep itu bisa terwujud.

Aneka komoditas salah satunya adalah tanaman tahunan berupa kopi. Kopi yang penulis buat dari Temanggung Jawa Tengah. Temanggung sebuah Kabupaten yang terletak di lembah atau lereng Gunung Sumbing dan Sindoro. Kopi Temanggung Sendiri sudah memiliki IG atau indikasi geografis baik itu yang arabika maupun robusta.

Petani di Temanggung sudah banyak yang kembangkan bikin olahan kopi dengan aneka macam brand, salah satunya Kopi Mukidi. Penulis akan coba jelaskan tahapan di dunia kopi sebelum sampai ke cangkir di mejamu. Tahapan paling dasar yaitu didunia pembibitan atau persemaian.

Untuk persemaian ini atau pembibitan biasanya banyak dikembangkan dari biji, tentunya biji yang sudah dipilih paling bagus mutunya. Kopi kalau dari biji untuk bisa ditaman ke media tanam atau ke lahan kurang lebih sudah berumur 9 bulan, atau batang sudah berkayu.

Sebelum cabai umur siap tanam sebaikanya buat lubang tanam dulu, dengan ukuran 30cm X 30cm X 30cm atau bisa dengan ukuran 50cm X 50cm X 50cm. Biasanya lubang tanam dibuat pada bulan – bulan September karena kopi akan ditanam bulan Desember.

Setelah lubang tanam siap, baru kopi siap tanam. Pohon kopi yang dipolibag setelah ditanam akan mulai belajar buah sekitar umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Maka petani juga sabar menunggu panen perdana, butuh waktu dan kekuatan prihatin. Kekuatan dan kesebaran menunggu itu merupakan ujian terberat, setelah itu kopi akan bisa dipanen setiap tahun. Tentunya perlu pemeliharaan pohon, mulai dari pemangkasan bentuk dan pangkas tunas air.

Habis panen ada banyak proses, mulai dari natural, honey, semi wash dan full wash. Proses itu juga pilihan masing-masing pemroses dan pasti akan hasilkan cita rasa yang beda dari beda proses. Setelah proses dan melalu pengeringan kemudian di kupas untuk hasilkan jadi biji kopi. Biasanya dalam pengupasan ada biji yang pecah karena alat, itu juga perlu disortasi.

Setelah sortasi berikutnya tahap sangrai kopi. Sangrai kopi ini juga pilihan masing-masing mau profil muda,medium dan tua. Dari aneka profil juga akan beda karakternya. Usai sangrai tahap selanjutnya adalah icip kopi atau seduh kopi, dan bahasa yang sering dipakai cupping.

Begitu banyak proses kopi, sehingga kau akan semakin menikmati kopi di meja cangkirmu. Selamat menikmati dan salam petani mandiri, “secangkir kopi ada cerita,banyak saudara, dan penuh cinta” Kopi Mukidi. www.kopimukidi.com www.mukidi.co.id dan mukidi.wordpress.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *