Terjun Dan Belajar Bersama Petani

Terjun Dan Belajar Bersama Petani

“ingin tahu persis seperti apa bertani, dan selama ini teman-teman kalau magang selalu ke perkebunan, ini yang membuat saya tertarik untuk belajar dengan petani,” jelas Muhammad farid.
Itu merupakan kutipan ketika Muhammad Farid datang pertama antarkan proposal di Rumah Kopi Mukidi. Muhammad Farid yang lahir di Surakarta, 04 April 1997, mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta. Mahasiswa Fakultas Pertanian program studi agroteknologi, juga hobby membaca,menulis dan memainkan alat musik.
Dari obrolan ingin tahu persis bagaimana dari tanam kopi sampai siap seduh. Penulis coba jelaskan bahwa kegiatan diperkopian yang dilakukan saat ini merupakan bentuk implementasi dari konsep kemandirian bertanian. Olahan lahan sesuai kaedah konservasi, aneka komuditas di lahan, membuat produk jadi, hingga pemasaran.
Konsep itu merupakan pola contoh, bahkan Farid begitu panggilan akrabnya ingin praktek langsung bagaimana olah lahan sesuai kaedah konservasi dan tahap berikutnya. Farid ingin tahu detail bagaimana buat lubang tanam kopi, jarak tanam dan lainnya.
Penulis mengajak farid ke kebun dengan jarak kebun dari Rumah Kopi Mukidi sekitar 3 km. Perjalan ke kebun KOPI MUKIDI ditempuh dengan sepeda motor, tapi masih harus disambung dengan jalan kaki.
Sambil bawa bibit kopi, cangkul dan pupuk organik penulis dan farid berboncengan seperti petani biasanya. Seragam kebun penulis caping dan iket tak ketinggalan.
Pembuatan lubang tanam, penulis memberikan contoh kepada Farid. Dia tidak tinggal diam, tapi juga mempraktekkannya. Penulis menjelaskan bahwa bagaimana di lahan yang sudah ada tanamannya tetap bisa melakukan olah lahan sesuai kaedah konservasi.
Kunjungan lahan satu dan lainnya pasti akan mempertajam temuan permasalahan. Serta obrolan dengan banyak petani semakin bisa menganalisa persoalan ditingkat petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *