fbpx
Harus Ada Asupan Untuk Kopi

Harus Ada Asupan Untuk Kopi

Makanan itu dibutuhkan untuk semua makhluk hidup, tak terkecuali pada tanaman, termasuk kopi. Kopi merupakan tanaman tahunan, dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Setelah pada tahapan panen dan pemangkasan selanjutnya kopi harus dipupuk.
Saya selaku anggota masyarakat perlindungan indikasi geografis kopi arabika sindoro sumbing, dapat banyak pengalaman pada tataran tentang kopi. Diskusi yang dikembangkan dan untuk menjalin komunikasi melalui grup watshapp, anggota grup mulai dari petani, dan pengelola kopi atau petani yang melakukan dari hulu dan hilir.
Musim hujan tiba dan saatnya kopi harus dipupuk. Banyak teori dalam pemupukan kopi mulai dari pembuatan lubang tanam, ada yang melingkari pohon dan ada yang dengan bikin rorak. Saya sebagai anggota grup dari MPIG KAJSS mencoba lontarkan cara pemupukan.
Sambutan dari para ahli budidaya ada pak Yamidi, seksi budidaya, ada Pak Tuhar selaku ketua, dan tak ketinggalan anggota lainnya Suwandi, dan Didik. Diskusi mulai dari lubang tanam yang harus melihat lokasi kebun. Karena ada yang lahan datar dan miring ini yang perlu diperhatikan. Saran dari pengurus dan anggota penulis lakukan.
Tahap selanjutnya saya lontarkan bagaimana dan pupuk apa yang seharusnya dipakai. Penulis kontak petani kopi dan ada yang bilang pupuk yang baik pupuk kandang jangan yang lembut. Hasil kontak dengan petani itu saya lontarkan di grup dan terjadilah diskusi yang menarik.
Pak Tuhar, menyampaikan pengalaman jaman orang tuanya dulu. Orang tuanya mempunyai 3 orang anak, yang diajarkan untuk membuat pupuk kandang agar jadi bagus. Salah satu dengan cara dengan diremet atau dilembutkan. Dan ada salah satu anak yang membantah dan orang tuanya marah, jengkok atau tempat duduk kecil dari balok. Dari situ pak Tuhar simpulkan bahwa pupuk yang bagus ternyata yang sudah matang dan lembut. Ternyata perlakuan pupuk matang dan lembut simbah-simbah kita sudah dari dulu melakukan.
Apa yang disampaikan pak Tuhar juga direspon oleh pak Yamidi bahwa ketika pupuk yang diberikan ke pohon kopi sudah lembut dan matang, akan mempermudah prosesnya kandungan pupuk diserap oleh akar kopi. Tak mau kalah Suwandi juga menyampaikan pengalaman jaman dulu bahwa orang tuanya tetap kalau bikin pupuk harus lembut.
Grup satunya yang gabungan dari tiga indikasi geografis mulai dari IG Kopi Java Arabika Sindoro Sumbing, IG Robusta, dan IG Srinthil Tembakau Temanggung. Adalah mas Agus yang alumni dari salah satu universitas pertanian di Jogja, memberikan masukan banyak tentang kebutuhan idealnya jika menghendaki hasil maksimal 16 unsur harus terpenuhi.
Banyak manfaat ternyata ketika media grup Wa digunakan untuk diskusi dan pengalaman petani jaman dulu bisa dipakai untuk rujukan. Dengan niatan yang baik untuk membagikan pengalaman dan informasi semoga bisa jadi amal jariyah. Itulah secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta.

Bersinergi Membangun Kekuatan

Bersinergi Membangun Kekuatan

Berkelompok itulah sebuah kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Salah satu langkah agar paham dan memahamkan pikiran kepada semua anggota tak lain yaitu pertemuan kelompok.

Kelompok tani “Mekar Tani Jaya” Dusun Jambon Desa Gandurejo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Pertemuan rutin kali ini membahas banyak hal, bahkan menghadirkan banyak narasumber. Narasumber tersebut mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung maupaun dari Kecamatan Bulu.

Penyuluh lapangan Muhammad Ikaf H, memberikan arah terkait pupuk yang belum diambil dengan kartu tani segera diambil. Jadi menarik kerena pertemuan kali ini juga hadir dari BPJS Ketenagakerjaan dan sosialisasi tentang BPJS non upah.

Saya sedikit memberikan masukan tentang berorganisasi agar kuat. Dan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Temanggung memberikan tentang tembakau murni Temanggung yaitu Kemloko,begitu arahan dari Pak Dadi. Menghimbau kepada semua petani kalau mau tanam bisa minta bijinya dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dan dari narasumber berikutnya masih dari dinas terkait memberikan masukan bagaimana agar kelompok ini maju, harus ada pertemuan rutin, terkait adminitrasi kelompok lengkap dan jangan lupa untuk menggali dana. Dana bisa dicari dengan banyak cara, mulai iuran atau dan lainnya.

Pertemuan kali ini berakhir sekitar jam 16.30 tapi karena pertemuan dianggap sehingga ada kelanjutan untuk dilanjut pada jam 20.00 wib. Lokasi pertemuan malamnya ditempat penulis di “Rumah Kopi Mukidi”.

Hadir pertemuan malam harinya, 16 orang dari 22 anggota. Petemuan pada malam harinya bagaimana kelompok bisa maju, salah satunya adalah membuat aturan. Penulis memberikan sedikit tentang aturan kelompok dari waktu pertemuan rutin dan tingkat kedatangan. Bagaimana ketika datang terlambat dan tugas kelompok yang harus mengeluarkan anggaran dan sumber anggarannya gimana.

Pertemuan lumayan sedikit 2 jam lamanya tapi menghasilkan keputusan yang luas biasa. Memupuk kebersamaan kelompok dan anggota, dan itulah “secangkir kopi ada cerita, banyak saudara dan penuh cinta.

Kenal Supaya Sayang

Kenal Supaya Sayang

Tak kenal maka tak sayang begitu kata pepatah. Hal itu berlaku untuk apapun tak lain untuk kopi. Kopi merupakan komuditas perkebunan yang menjanjikan. Bahkan dalam dunia bisnis siapa yang tidak tahu, perkembangan bisnis kopi terutama di kedai kopi perkembangannya begitu cepat.

Perkembangan kedai kopi begitu cepat artinya tingkat peminat pasar lokal sungguh menjanjikan. Tentukan pertumbuhan pasar yang cepat harus juga diimbangi dengan produksi tak lain pada sisi budidaya.

Sisi budidaya ini merupakan hal yang paling dasar. Petani merupakan ujung tombak dalam hal budidaya. Kepemilikan lahan yang sempit dan harus berfikir cerdas agar tingkat produksi meningkat ini perlu banyak hal yang dilakukan.

Budidaya ini meliputi dari persiapan bibit yang bagus/unggul, pemupukan, pemangkasan. Tahap selanjutkan adalah paska panen kopi, petik merah itu hal yang harus dilakukan. Sortasi awal memilih buah usai petik yang bagus atau full merah dan kurang merah. Perambangan awal merupakan langkah yang harus dilakukan agar buah bagus dan kurang bagus bisa dibedakan.

Paska panen juga bisa banyak proses mulai dari natural dan lainnya. Pada tahapan proses ini juga bisa mempengaruhi pada aroma dan cita rasa. Tahap selanjutnya pada sortasi biji kopi. Sortasi biji yang masih mentah yaitu untuk memisahkan kopi yang utuh, pecah, hitam dan lanang.

Pengenalan kopi selanjutnya adalah pada sangrai kopi. Pada sangrai kopi ini perlu mengenal biji kopi, mesin sangrai. Tentunya setiap mesin itu beda bahan bakunya,dan ini yang harus semua orang pahami, karena ketebalan plat dan lainnya.

Penyajian ini yang jadi menarik dan semua orang ingin bisa bikin kopi sendiri, bahkan sekarang sudah mulai banyak rumah yang punya alat manual agar bisa bikin kopi sendiri. Mengenal lebih dekat akan semakin nikmat kopi yang kau buat, dan ituah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta” itulah slogan dari kopi mukidi. Bagi yang minat untuk belajar kenal kopi lebih dekat bisa kok kelas privat maupun kelompok.

Jelajah Gumuk Papringan

Jelajah Gumuk Papringan

jepretan Rizal Muhaimin

Pasar papringan sebuah pasar per-2 mingguan yang dikelola oleh warga Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Pasar di area kebun bambu ini selalu berbenah dan mengembangkan pontensi yang ada disekitarnya.

Obrolan dengan pengelola dan banyak relawan dari berbagai universitas serta asal daerah berbeda semakin menambah nuansa keakraban. Relawan disitu membantu dari sisi design dan memetakan banyak problem mulai dari persoalan pertanian.

Penulis sudah 2 kali ngobrol dengan petani, tak menemukan generasi penerus petani. Minimnya anak muda atau remaja untuk mengeluti pertanian harus digugah, dengan cara lain. Mungkin dari olah hasil pertanian kemudian mereka akan tahu sumber mentahnya, ini hanya gagasan penulis saja.

Pertemua dengan beberapa petani yang ke-2 ini di kebun bambu yang bisa buat gelaran pasar papringan kali ini penulis mengajak anak pertamanya, tak lain ini sebagai proses belajar dan berinteraksi banyak orang, serta proses kaderisasi.

Dari obrolan dengan pengelola bahwa akan diterapkan jelajah kebun yang ada diwilayah sekitar pasar papringan. Mulai berbenah dari kebun kopi dari cara perawatan, pengaturan jarak tanam dan penaungnya atau perpaduan tanaman kopi dan pohon lainnya. Tak ketinggalan olah lahan sesuai kaedah konservasi harus diterapkan.

Kali ini penulis harus mempraktekkan mulai dari pangkas kopi dan juga olah lahan sesuai kaedah konservasi. Olah lahan sesuai kaedah konservasi pada lahan yang sudah ada tanamannya dan harus menyelamatan tanaman yang ada. Dalam pertemuan yang ke-2 terlihat mbak Dwi dan Pak Yuwono, suami istri alumni dari oisca ini memberikan masukan tanam dulu yang paling mudah tumbuh, dan jangan lupa kebunnya juga ada tempat komposting.

Setelah penulis memberikan masukan cara pangkas dan dilanjut petani yang punya kebun juga mempraktekkannya. Usai praktek istirahat serta evaluasi kegiatan yang dilakukan sambil menikmati cemilan. Pengelola pasar papringan mengajak agar materi yang diterima dipraktek dikebun masing-masing. Pertemuan berikutnya akan dikunjungi tiap kebunnya. Pertemuan sore itu sungguh luar biasa dan itulah “secangkir kopi ada cerita, banyak saudara dan penuh cinta”.