fbpx
Kepungan Dan Buka Bersama

Kepungan Dan Buka Bersama

Jum’at, 17 Mei 2019, merupakan hari yang bersejarah bagi Kopi Mukidi. Kepungan kali ini berlokasi di Kopi Mukidi, rest area dan pasar buah Pringsurat. Kepungan merupakan bentuk syukuran dan permohonan do’a kepada Allah SWT, agar pembukaan kembali Kopi Mukidi diberi kelancaran.

Dua tahun yang lalu Kopi Mukidi pernah buka dilokasi yang sama, namun karena sesuatu hal harus berhenti. Kini dengan tekad dan semangat setelah dievaluasi kini ditata dengan yang lebih baik.

Penataan design yang lebih baik dan serta manajemen juga. Nasi kuning dalam bentuk tumpeng dan ingkung(ayam jago), tumpeng yang dikelilingi aneka sayur dan telur merupakan hiasan yang menambah ramainya dan cantiknya nuasan kepungan.

Hadir dalam tumpengan keluarga besar Kopi Mukidi, dan teman-temannya. Kepungan bertanda Kopi Mukidi rest area dan pasar buah Pringsurat dibuka kembali. Dengan tampilan baru kami mohon do’a restunya, dan itulah “secangkir kopi ada cerita,banyak saudara dan penuh cinta”

Kepungan memang dibuat jelang buka bersama, sehingga begitu masuk buka dilanjutkan menikmati tumpengan. Itulah sekelumit cerita mukidi dan Kopi Mukidi.

Kedai Kopi Mukidi Growo

Kedai Kopi Mukidi Growo

Kopi Temanggung siapa yang tidak mengenalnya, apalagi kopinya kini sudah terlindungi dengan Indikasi geografis atau dengan tanda IG baik itu arabika maupun robusta. Banyak brand kopi yang ada di Temanggung, salahnya adalah Kopi Mukidi, lahir karena konsep dari petani mandiri yang digagas oleh Mukidi.

Tepatnya Hari Jum’at, 3 Mei 2019, Kopi Mukidi Growo dibuka. Lokasi ruko berlantai dua di jalan Bulu Temanggung, di Growo Danupayan. Dalam pembukaan tersebut hadir dalam acara tersebut tokoh masyarakat setempat dan warga, tak ketinggalan teman pak Mukidi, dan sebagian komunitas kopi.

Dalam sambutannya Pak Mukidi sebagai pemilik brand langsung Kopi Mukidi mengatakan “dalam berkegiatan kopi yang perlu dikembangkan salah satunya adalah menjaga hubungan baik atau jaringan, karena dari jaringan itu akan bisa berkembang, dan itulah salah satu fungsi dari bentuk pelayanan.”

Acara tersebut juga ada pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Danupayan dan diserahkan kepada Mukidi. Tak ketinggalan hiburan organ tunggal ikut memeriahkan pembukaan kedai Kopi Mukidi di Growo. Tak lain dengan dibukanya kedai baru akan semakin menambah geliat perkopian di Temanggung.

Konsep Kemandirian petani dengan jargonya menata lingkungan dan ekonomi merupakan bagaimana ada nilai tambah dengan mengelola lahan sempit. Tentunya obrolan kemandirian petani ini bisa didapatkan di kedainya sesuai dengan slogan kopinya “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta” tinggal atur jadwal agar bisa ngobrol langsung dengan Mukidi.