Dari Kecambah Sampai Ke Cangkir Kopimu

Dari Kecambah Sampai Ke Cangkir Kopimu

Banyak orang tahu kopi ketika sudah jadi secangkir dan hadir di mejanya. Untuk jadi secangkir kopi, perlu sebuah proses panjang. Kali ini penulis ingin sampaikan beberapa proses dari biji kopi berkecambah sampai jadi secangkir kopi.

Pembibitan kopi, membuat bibit ini perlu waktu lama mulai dari ambil biji yang merah, dikupas dan menghilangkan lendirnya. Tahap selanjutnya membuat biji kopi itu berkecambah. Begitu kopi berkecambah mulai dipindahkan pada tempat persemaian.

Pada persemaian akan muncul tunas membutuhkan waktu sekitar 35 – 40 hari. Ketika kopi sudah muncul 4 daun, pindahkan ke polibag yang sudah disiapkan. Jangan lupa ketika dipolibag perlu penyiraman agar bibit kopi bisa tumbuh maksimal dan perlu juga kalau ada gulma harus dibersihkan.

Untuk siap ditanam bibit kopi harus berkayu atau tingginya paling tidak 40cm. Pada ketinggian itu atau syarat itu butuh waktu sekitar 8 bulan, lama juga kan.

Berikutnya menaman bibit yang layak tanam, jangan lupa siapkan lupa tanam. Tentunya pupuk kandang jangan ketinggalan salah satu agar cepat tumbuh. Bibit kopi yang sudah ditanam dari polibag dipindah ke lahan atau kebun perlu perawatan atau pemeliharaan agar bisa baik hasilnya.

Kopi yang sudah ditanam dilahan akan bisa menghasilkan buah pertama mulai dari 2,5 tahun dan tentunya melihat ketinggian tempat tanam. Waktu menunggu bagi petani sangat panjang untuk bisa menikmati ekonomi dari kopi. Kopi akan bisa dipetik buahnya setiap setahun sekali setelah mulai panen. Waktu setahun dari usai panen sampai panen berikutnya perlu pemeliharaan dan pemangkasan.

Dari buah kopi usai petik sampai dari biji ada banyak proses yang harus dilalui. Kebanyakan petani melakukan proses alami atau natural, yaitu petik buah kopi langsung dijemur. Penjemuran untuk natural ini butuh waktu kurang lebih 30 hari ketika tidak ada mendung.

Nah sekarang petani juga banyak melakukan proses yang lain ada Honey dan basah. Untuk proses ini membutuhkan alat bantu yaitu mesin pulper. Dari beberapa proses ketika buah sudah kering, maka dikupaslah sehingga menghasilkan biji kopi, ini dibutuhkan mesin namanya huller.

Usai huller lalu disortasi, untuk memisahkan biji pecah, hitam dan utuh. Proses pemisahan manual sangat diperlukan untuk menghasilkan biji yang standar.

Tahap selanjutnya setelah biji kopi yang sortasi baru kemudian disangrai atau roasting. Usai sangrai baru kopi digrinder jadi bubuk dan diseduh. Tentunya kita bisa membayangkan bahwa kopi yang anda minum ketika mulai dari awal tanam paling tidak butuh waktu 3 tahun. Nah setelah itu baru butuh waktu 1 tahun sebuah proses itu juga pelajaran yang berharga. “secangkir kopi ada cerita,banyak saudara dan penuh cinta”

Mengenal Kopi Dari Dini

Foto Mukidi Mukidi.Libur merupakan hal yang menyenangkan bagi anak sekolah, tak lupa bagi orang tua. Namun bagi orang tua yang kreatif bagaimana libur buat anak juga bisa untuk proses belajar. Tak ketinggalan waktu libur rumah kopi mukidi mengadakan pengenalan kopi bagi anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah.

Pengenalan kopi dilakukan tujuannya biar anak tahu proses dari kopi sampai ke cangkir. “Pengenalan ini biar anak-anak tahu proses kopi dari tanam, paska panen, sangrai, sampai penyajian” begitu papar Mukidi selaku owner Kopi Mukidi. Pengenalan tepatnya dilakukan pada tanggal 27 Desember 2017 Kemarin.

Pengenalan ini diikuti anak-anak dari Temanggung Kota, dari Kecamatan Kranggan, dan Kecamatan Bulu. Memang belum begitu banyak anak yang ikut. Tapi ini merupakan langkah positif, sehingga anak-anak bisa mengenal potensi Kopi Temanggung. Bahkan dari diskusi dengan orang tua yang mengantar anak, “mungkin ini bisa dilakukan berkala, dan dikemas lebih menarik”, begitu usulan dari orang tua peserta.

 

Perawatan Kopi

Foto Mukidi Mukidi.
Kebun Kopi MUKidi

Kopi sekarang banyak digandrungi bagi semuanya orang, Namun tidak semua orang tahu proses awal dari kopi. Mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, proses paska panen. Orang selama ini tahu kopi setelah jadi secangkir kopi. Berapa lama waktu kopi ditanam terus panen, orang juga banyak yang belum tahu. Siapa yang melakukan dari semai tanam dan pemeliharaan tak lain itulah petani.

Dari biji yang seperti apa untuk biji disemai? berapa lama waktu semai untuk siap tanam? setelah tanam untuk siap panen atau berbuah berapa lama? setelah berbuah trus diproses seperti apa? setelah kupas trus disangrai profil seperti apa? begitu banyak cerita kopi.

Kali ini penulis akan cerita perawatan pohon kopi. Kopi siap tanam umur sekitar 8 bulan sampai 12 bulan. Tanam dikebun umur 2,5 tahun untuk arabika baru bisa mulai panen itu pun belum banyak. Sa’at tanam sampai pada ketinggian pohon 80 cm s.d 120 cm harus dipangkas dulu. Pemangkasan pertama ini untuk menghasilkan kekuatan batang.

Tahap selanjutkan ada pemangkasan tunas air, pemangkasan cabang skunder untuk mengatur agar normal buahnya, atau keteraturan berbuahnya. Pemupukan tentunya satu hal yang tidak boleh dilupakan. Itulah sekelumit tentang perawatan kopi. Penulis bisa tulis lebih detail pada tulisan selanjutnya.

Pahami Prosesnya, Hingga Kau Tahu Nikmatnya Secangkir Kopimu

Pahami Prosesnya, Hingga Kau Tahu Nikmatnya Secangkir Kopimu

Nikmat itu macam-macam diskripsinya, apalagi kenikmatan di secangkir kopimu. Ada orang yang bilang bahwa nikmatnya kopi itu ketika tahu sebuah prosesnya, mulai dari kebun, pasca panen dan cara seduhnya. Bahkan ada yang lain, nikmatnya kopi harus tahu asal usulnya. Tentunya anggapan itu benar semuanya karena “secangkir kopi ada cerita banyak saudara penuh cinta” he he he he itulah slogan dari penulis.

Penulis kembangkan konsep kemandirian petani, tahapan demi tahapan konsep kemandirian petani antara lain: olah lahan sesuai kaedah konservasi, aneka komoditas di kebun, olah komoditas jadi sebuah produk dan pemasaran. Tentunya itu perlu sebuah proses panjang dan konsistensi, sehingga konsep itu bisa terwujud.

Aneka komoditas salah satunya adalah tanaman tahunan berupa kopi. Kopi yang penulis buat dari Temanggung Jawa Tengah. Temanggung sebuah Kabupaten yang terletak di lembah atau lereng Gunung Sumbing dan Sindoro. Kopi Temanggung Sendiri sudah memiliki IG atau indikasi geografis baik itu yang arabika maupun robusta.

Petani di Temanggung sudah banyak yang kembangkan bikin olahan kopi dengan aneka macam brand, salah satunya Kopi Mukidi. Penulis akan coba jelaskan tahapan di dunia kopi sebelum sampai ke cangkir di mejamu. Tahapan paling dasar yaitu didunia pembibitan atau persemaian.

Untuk persemaian ini atau pembibitan biasanya banyak dikembangkan dari biji, tentunya biji yang sudah dipilih paling bagus mutunya. Kopi kalau dari biji untuk bisa ditaman ke media tanam atau ke lahan kurang lebih sudah berumur 9 bulan, atau batang sudah berkayu.

Sebelum cabai umur siap tanam sebaikanya buat lubang tanam dulu, dengan ukuran 30cm X 30cm X 30cm atau bisa dengan ukuran 50cm X 50cm X 50cm. Biasanya lubang tanam dibuat pada bulan – bulan September karena kopi akan ditanam bulan Desember.

Setelah lubang tanam siap, baru kopi siap tanam. Pohon kopi yang dipolibag setelah ditanam akan mulai belajar buah sekitar umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Maka petani juga sabar menunggu panen perdana, butuh waktu dan kekuatan prihatin. Kekuatan dan kesebaran menunggu itu merupakan ujian terberat, setelah itu kopi akan bisa dipanen setiap tahun. Tentunya perlu pemeliharaan pohon, mulai dari pemangkasan bentuk dan pangkas tunas air.

Habis panen ada banyak proses, mulai dari natural, honey, semi wash dan full wash. Proses itu juga pilihan masing-masing pemroses dan pasti akan hasilkan cita rasa yang beda dari beda proses. Setelah proses dan melalu pengeringan kemudian di kupas untuk hasilkan jadi biji kopi. Biasanya dalam pengupasan ada biji yang pecah karena alat, itu juga perlu disortasi.

Setelah sortasi berikutnya tahap sangrai kopi. Sangrai kopi ini juga pilihan masing-masing mau profil muda,medium dan tua. Dari aneka profil juga akan beda karakternya. Usai sangrai tahap selanjutnya adalah icip kopi atau seduh kopi, dan bahasa yang sering dipakai cupping.

Begitu banyak proses kopi, sehingga kau akan semakin menikmati kopi di meja cangkirmu. Selamat menikmati dan salam petani mandiri, “secangkir kopi ada cerita,banyak saudara, dan penuh cinta” Kopi Mukidi. www.kopimukidi.com www.mukidi.co.id dan mukidi.wordpress.com

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!