fbpx
Membangun Tim Kopi Mukidi

Membangun Tim Kopi Mukidi

Temanggung merupakan salah satu Kabupaten diwilayah Jawa Tengah. Gunung Sumbing dan Sindoro merupakan pemandangan yang luar biasa, potensi alam dan pertanian perkebunan juga menjadi unggulan. Tembakau, kopi, panili dan jenis kayuan merupakan produk – produk yang diunggulkan.

Kopi Temanggung dengan jenis kopinya arabika dan robusta. Kopi robusta tumbuh pada dataran rendah sedangkan arabika didataran tinggi. Kopi arabika di Temanggung rata-rata petani menanamnya masih pada pembatas lahan.

Bicara Kopi Temanggung tentu tak luput dengan sosok Mukidi dengan kopinya. Mukidi itulah nama pemberian orang tua dan tercantum diakta kelahiran, KTP dan Ijazah terakhirnya. Mukidi lahir 5 Agustus 1974, tempat lahirnya Dusun Kwadungan Desa Wonotirto, Bulu Temanggung.

Sejak SMP mimpi jadi petani berdasi, bagaimana sebenarnya petani bisa mengolah hasil pertanian, itulah mimpi petani berdasi waktu itu. Masih teringat ketika mimpi itu ditanya gurunya dan semua teman-teman satu kelas banyak yang mentertawakan sampai sekarang masih mengingatnya.

Mimpi itulah yang membuat Mukidi hingga kini bisa mewujudkan mimpi mengolah hasil pertanian dalam sekala rumahan. Konsep kemandirian petani yang digagas setahap demi setahap diwujudkan. Salah satu konsepnya itulah mengolah komuditas jadi sebuah produk.

Mukidi mulai dengan mengolah tanaman tahunan yaitu kopi. Kopi Lamsi, Kopi Jowo dan Kopi Mukidi, Mulai dengan sangrai manual dengan gerabah belajar dengan tetangga (baca simbah). Gerabah awal belajar itu kini masih tersimpan dengan baik walaupun sudah pecah.

Kini Mukidi melibatkan beberapa orang untuk membantunya. Di Dusun Jambon Desa Gandurejo, Bulu Temanggung itulah Rumah Kopi Mukidi. Rumah kecil itu sebagai tempat produksi dan sekaligus untuk cafenya. Disitulah Mukidi membangun kekuatan tim, tiap hari Mukidi melakukan diskusi kecil sebagai bentuk evaluasi dan membangun loyalitas.

Diskusi pagi dengan materi mulai bagaimana mengenal kopi, membuat produk hingga bagaimana menjamu tamu jadi materi bahasan tiap pagi. Mukidi Juga mengajak timnya untuk belajar mengeluarkan pendapatnya, ini salah satu cara agar berani bicara di hadapan orang banyak.

Itulah bentuk dari slogan yang selalu diucapkannya yaitu “secangkir kopi, ada cerita banyak saudara, dan penuh cinta”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *