fbpx
Pembibitan Kopi

Pembibitan Kopi

Tulisan tentang pembibitan kopi ini merupakan pengalaman penulis ketika dulu bikin pembibitan kopi. Hasil bikin bibit kopi juga ditanam dilahan milik penulis. Penulis dari dulu seneng bertemu, berdiskusi dengan petani bahkan sampai bermain dan mengunjungi kebun petani.

Bagi penulis berkunjung kekebun petani merupakan proses belajar secara langsung. Waktu itu penulis melihat kebun petani di wilayah Jumprit yang buahnya begitu bagus jenis arabika. Penulis bilang kalau pas panen bisa beli satu kilogram yang merah untuk bikin bibit.

Begitu panen biji kopi merah gelondong dikirim dari Dusun Liyangan Desa Purbosari Ngadirejo, petani tersebut merupakan pengurus LMDH. Satu kilo kopi gelondong tersebut penulis kupas manual, dengan cara ditumbuk dalam bahasa jawa ditutu. Tidak hanya itu penulis juga kontak petani lain dari pengurus LMDH Desa Kemuning Bejen tentang bagaimana untuk menghilangkan lendir yang masih melekat pada biji kopi yang masih ada kulit tanduknya.

Petani dan Kepala Desa Kemuning waktu itu namanya Pak Sadikun, untuk menghilangkan lendir atau yiyit dalam bahasa jawanya dengan cara dicampur dengan abu dapur. Penulis melakukan semua apa yang disampaikan petani. Penulis membuat tempat untuk bedeng tabur atau lokasi semai dibelakang rumah dengan ukuran bedeng lebar sekitar 80cm – 1 meter dengan panjang sesuai panjang rumah.

Tabur biji itu penulis lakukan dengan istri yang selalu setia mendampingi dan anak pertamanya. Bukan persoalan sepele untuk menunggu munculnya kecambah sampai jadi keper, atau biji kopi muncul dua daun. Untuk muncul keper saja butuh waktu 35 hari hingga 45 hari, tentunya ini perlu perlakuan penyiraman tiap hari.

Setelah tumbuh keper, maka pindahkanlah keper tersebut ke polibag yang sudah siap. Jangan lupa media yang dipolibag tentunya sudah dikasih campuran antara pupuk dan tanah. Perbandingan media yang sudah dimasukkan ke polibag bisa pakai perbandingan 1 : 1 artinya pupuk dan tanah. Atau 1: 2 dimana 1 pupuk dan 2 tanah, bisa juga dengan media lain sehingga 1;1;1 yaitu tanah,pasir dan pupuk. Media ini bisa menyesuaikan lokasi yang tersedia, penulis sendiri cuma menggunakan tanah dan pupuk kandang.

Setelah keper masuk ke media polibag jangan lupa lakukan penyiraman tiap hari. Pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari sebelum matahari terbenam, bisa juga dengan melihat kondisi tanah, ketika tanah masih lembab dan tidak perlu disiram atau cukup maka bisa melakukan penyiraman untuk berikutnya.

Untuk bisa ditanam atau dipindahkan ke kebun atau ladang butuh waktu kurang lebih 8 bulan, dengan ketinggian sekitar 50cm atau batang sudah berkayu. Itulah cerita awal pembibitan dengan biji dari kebun petani ketika itu penulis melakukan pertama kali. Untuk proses tanam ke kebun bisa tunggu cerita selanjutnya, “salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi,” dan tak lupa “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *